Langsung ke konten utama

KomputerKu

waw... rasanya mata ini ga bisa lepas pandangan dari layar kaca bersinar katoda ini...
mendadak badan jadi sakit2an, namun tetep aja kerasan dihadapan komputer ini...
padahal situs yang saya buka itu kalo ga facebook, pasti kaskus, kalo ga kaskus mungkin blog ini atau pun situs kompas... itu2 aja
Ini komputer yang saya gunakan, apa komputer yang guna-guna saya supaya banyak bengong dan duduk di depannya?
Ga tau lah namanya apa, yang jelas kesibukan dunia maya yang ditawarkan alat teknologi ini hampir - hampir membuat waktu saya terbuang dalam ketidakmaslahatan...
kalo biasanya sebelum komputer berinternet, saya suka baca buku2, kalo sekarang saya suka buka situs2 gajelas, bukan saja risiko kena virus, tapi jebakan Batman berupa gambar yang asusila juga merupakan masalah terselubung...

sampe saat ini manfaat dari internet itu sendiri sepertinya merupakan gen resesif bila dibandingkan kemudharatannya...
internet mau dipersalahkan? putusin aja ! repot amat!

Emang sih udah banyak info yang saya dapet dari internet, kayak info perkembangan Indonesia, perubahan sosial, dan konflik negara semua hampir sering saya dapati dari internet,,,,

Tapi.... Kok sekarang jadi sering banyak tidur sama nunda shalat yaa?? dari diri sendiri emang udah males?? kayaknya bukan, namun lebih disebabkan karena "pemaksaan" mata yang harus diforsil menatap tulisan2 ngejelimet di dalam artikel2 di internet...

pingin rasanya, ane ciptain layar monitor yang ga bikin mata ngantuk, dan bkin badan2 sakit2an...

dan... benar apa tidak, rasanya setiap kali di depan komputer... inspirasi saya laksana hilang ditelan bumi... mungkin alasan logisnya karena saya mudah tersugesti dengan status2 di Facebook. Kebanyakan status tersebut seakan2 mengarahkan saya dalam mencari info dan akibatnya otak saya jadi tidak terasah untuk berpikir dan berinovatif...

Salah siapa lagi???
Facebook, Mark Zuckerbergnya?
Internetnya?
atau Komputer?
atau bahkan akal saya yang udah digelapi sama kegilaan akan kenyamanan yang ditawarkan teknologi??

sampe detik ini saya masih mengetik dan dengan sadar menyadari betapa kuatnya ikatan kovalen atau apalah itu yang diwujudkan komputer saya untuk menarik perhatian saya agar mengabaikan dunia nyata yang terjadi di sekitar saya

Komentar

  1. it's ur fault (we can't blame things :P) ^^ jgn menyalahkan keadaan haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…