Langsung ke konten utama
Nilai…
Dia yang menjadi alasan rintihan dan sorakan pelajar
Dia yang bisa melukis senyuman, maupun ciptakan desahan
Nilai…
Kala kau jatuh hatiku meringis
Namun  kini ku menatapmu sinis
Berkatmu, mataku buram atas makna ilmu sesungguhnya
Berkatmu, mataku menutup segala hal yang tiada berguna bagi dirimu
Nilai adalah jebakan permata
Nampak indah namun membutakan
Nilai yang mengekang bermacam ide, pikiran, keingintahuan
Menjerumuskan akal yang luas ke dalam pikiran dangkal
Bahkan merupakan kelabu bui, yang menahan langkah panjangku
Agar puas pada padang yang aman
Dan tak mau jalan lagi.

Nilai….
Ku harap kau hanya menjadi acuan
Dan tidak pernah menjadi tujuan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …