Langsung ke konten utama

Akankah Regenerasi Itu...?

~ membuat kawan menjadi lawan

~ membuat kita lupa dengan tujuan awal kita bersekolah

~ membentuk kita menjadi “ahli” dalam menciptakan kalimat yang tidak efektif

~membuat kita menjadi berprinsip asal beres dalam setiap pekerjaan dan tidak berniat untuk memolesnya

~menyita waktu kita bersama orang tua

~memaksa kita menolak undangan dari kerabat untuk bersilaturahmi

~membuat kita lebih peduli tugas daripada kesehatan kita sendiri



~membuat kita tidak bisa berkreasi dengan ekspresi sendiri karena FORMAT DISAMAKAN

~membentuk pribadi yang lebih suka diperintah daripada memerintah

~membuat kita memilih untuk menunda-nunda waktu ibadah

~menghilangkan hobi positif kita sewaktu luang dulu

~membutakan kita dari hal di sekeliling kita

~membuat kita melalaikan tugas / PR dari guru

Mudah2an kalimat “Akankah Regenerasi?“  tidak pernah ane ubah menjadi  
“ Regenerasi Itu: “

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …