Langsung ke konten utama

Behind The Takbir


Takbir adalah acara sanlat SMANSA yg berlangsung selama 5 hari, diselenggarakan oleh panitia hasil gabungan dari DKM dan OSIS.

Acara ini diikuti oleh siswa kelas X sampai kelas XII, dan tahukah Anta bagaimana jadinya bila 3 angkatan secara serempak dimasukkan dalam wadah SMANSA yang mini, mungil, serta menuntut keefektifan penggunaan ruang? Penuh sesak laksana ikan dalam kaleng adalah efek lumrahnya.

Untungnya tahun ini, guru kami tercinta meng-suggest panitia untuk menjalankan sistem “pengelompokan”

Mekanisme sistem pengelompokan ini antara lain dengan memisahkan waktu materi terpusat pada masing – masing angkatan. Dengan kata lain saat angkatan kelas X mengikuti materi terpusat, maka angkatan lain berada di kelas (dengan penyuluhan materi agama), begitu pula sebaliknya. Dampak positif dari berlakunya sistem pengelompokan ini adalah keadaan acara menjadi lebih kondusif daripada tahun lalu karena pesertanya dibagi dalam regu2, dan tiap regu itu mendapatkan 1 pemateri sehingga peserta bisa lebih menangkap materi dengan seksama.

Meski begitu, sistem Pengelompokkan ini agak mengacaukan konsep yg selama ini anak acara susun, berikut ini adalah konsep yg terpaksa dihilangkan sejak berlakunya sistem pengelompokkan:

>Talkshow dan Seminar Bedah Al-Qur’an
Sub acara ini tadinya dibentuk berdasarkan momen berbarengannya tgl  17 ramadhan, saat Nuzulul Qur’an dan 17 Agustus yg merupakan merdekanya negara kita tercinta. Acara ini akan mengupas tuntas bagaimana Al-Qur’an membahas mengenai nasionalisme, mipa, dan fakta nasional yang terjadi baru – baru ini. Sub Acara ini dihilangkan karena materi terpusat tidak untuk seluruh angkatan.

> Talkshow dan Seminar Ekonomi Syariah
Sub acara ini tadinya akan membahas mengenai sistem jual beli yang baik dan sesuai syara’. Anak Cepot, Danu masing2 Ekskul di Smansa, dan sie. Bazar akan diajak untuk berdiskusi dengan  pembicara mengenai bagaimana pelaksanaan jual beli Ekonomi Syari’ah. Sama dengan Bedah Al-Qur’an, sub acara ini pun terpaksa dihapus dari rundown.




Kepada Panitia….

Ketua
Beruntungnya kami punya ketua sesantai, dan pengertian kayak dia. Di sisi lain kami juga merasa bersalah ketika tak sengaja ‘memerintah’ ketua yang justru seharusnya memerintah kami. Kami juga sempat merasa kasihan ketika sang ketua harus dipersalahkan karena kesalahan seksi-seksinya
Thx ziz, yang namanya ketua itu memang penuh dengan tudingan, kambing hitam, dan kecaman.
Terima kasih untuk selalu ikhlas memahami kesalahan dan kekhilafan kami sewaktu TAKBIR.

Sekretaris
Terima kasih untuk selalu ikhlas mengetik, dan bergadang semalam suntuk demi menaikkan proposal penentu berjalannya acara Takbir.
Terimakasih sudah mau membantu dan ‘disuruh’ oleh kami sewaktu Hari H.


Bendahara
Biarpun perhitunganmu mengenai dana sempat membuat jantung kami berdegup kencang, dan kalut.
Tapi terima kasih atas semangat akuntansi kalian, dalam menghitung pengeluaran dan pemasukkan saat pra dan selama Takbir.
SURPLUS ternyata ^___^

Acara
Meski rundown yg kalian capek2 buat konsepnya sering diganti – ganti terus…
Kesabaran dan semangat pantang menyerah kalian untuk membentuk konsep lagi patut diacungi jempol..
Teruntuk koornya yg memendam letih dibalik senyuman menghargai, terima kasih atas ilmunya tentang pengkonsepan acara. Terimakasih sudah mempercayai kami untuk mengatur acara ini…



MC
Tak mudahnya merancang ice breaking dalam deadline hitungan menit, tak mudahnya mendapat perhatian peserta yang sudah antipati karena panjangnya waktu.
Terima kasih karena tidak menolak kala kami dengan egoisnya menunjuk kalian sebagai MC.

K3 dan Logistik
Kala soundsystem, keadaan tak kondusif, kebersihan, dan fasilitas yang tiada memadai… Kalian sering menjadi kambing hitam. Maafkan kami yang  tanpa alasan membentak, menggerutu terhadap kalian. Dan terima kasih atas tenaga dalam dahaga, dan kesabaran tingkat tinggi yang kalian sumbangkan untuk Takbir tahun ini…   ;)

Lomba
Sempat hilang kepedulian kami terhadap kalian, karena letihnya kami yang dibumbui dengan keegoisan. Kalian tetap berjuang keras agar lomba dapat tetap berlangsung tanpa ada satupun lomba yang dihilangkan. Terima kasih karena tetap berbaik sangka saat kami mengabaikan kalian.

PJ Kelas dan LO
Tanggungjawab dan beban kerja yang kalian emban sangatlah berat. Kalian ditunjuk oleh kami dengan serta merta dan kalian dengan senang hati menerimanya. Terimakasih karena kalian mau menjadi sukarelawan yang berisiko dimarahi kakak kelas, dilecehkan oleh teman seangkatan, dan diremehkan oleh adik kelas serta disibukkan oleh guru.

Humas
Pengorbanan pulsa yang habis untuk menginformasikan pemateri agar bisa datang dan menyukseskan acara Takbir ini. Terimakasih atas letihnya lidah dalam lisan pemanggil kebaikan.

Danu, Sponsorship, dan Konsumsi
Deadline Hari H yang menuntut kalian menguras tenaga dan pikiran kalian untuk mencari dana demi berlangsungnya TAKBIR, terima kasih karena tetap semangat dalam mencari dana. Terima kasih karena akhirnya kita mendapatkan surplus ^__^




Penggandaan dan Pubdekdok
ID cantik yang kami kenakan, foto – foto kenangan abadi, dan dekorasi membahana,,, takkan terwujud tanpa peran dari kalian. Terimakasih atas keuletan kalian dan kesabaran kalian dalam menggandakan, menganyam, dan memasang perangkat TAKBIR  

Baksos
Senyum ceria anak2 panti, takkan ada tanpa kerja kalian , Terimakasih karena selalu menyortir barang Baksos dengan baik, dan maaf,,, Boneka Woody nya ga disumbangin?

Bazaar
Bazaar yang menghadapi dilemma akan keberfungsiannya sehingga hampir – hampir ditiadakan. Terimakasih karena kalian tetap mau bekerja sebagai sie. Bazaar setelah sebelumnya kami berniat menghapus kalian dari kepanitiaan. 


Forkom dan Guru
Terima kasih karena sudah berkenan memberikan materi berharga untuk siswa - siswi SMANSA.
Terimakasih karena telah mengusahakan untuk siap kala kami meminta kalian menjadi pemateri.



Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…