Langsung ke konten utama

Menjawab Pertanyaan Dewi

1.  Apa keinginan terbesarmu?
Disamping masuk surga dan selamat dunia akhirat. Keinginan terbesarku adalah
Merasakan pribadi yang terus berubah ke arah yang lebih baik lagi setiap harinya, karena itu artinya saya beruntung.

2. Apa tujuanmu hidup?
Beribadah kepada Alloh, sesuai surat Adz-Dzariyat : 56

3. Bagaimana kamu menghargai waktumu?
Caranya dengan tidak mengulur – ngulur waktu. Bila itu baik LAKUKAN segera!

4. Bagaimana caramu menghargai hidupmu dan orang lain?
Dengan tidak menyerah pada nasib, bergegas karena hidup ini singkat, dan juga menyadari bahwa tanpa orang lain hidup kita tidak akan berharga

5. Siapa yang paling ingin kamu bahagiakan?
Orang tua yang kasihnya sepanjang masa

6. Apa kamu sudah merasa cukup saat ini? Jika tidak, lantas kapan?
Saya sudah merasa cukup, karena dengan merasa cukuplah kita bisa bahagia dan bersyukur

7. Apa kamu bahagia saat ini?
Cukup = bahagia. InsyaAlloh ya

8. Bagaimana caramu menentukan kebenaran, mana yang harus dibela secara umum?
Dengan melihat dalil yang membenarkannya. Untuk memilih yang mana, kita harus melihat kondisinya dan latar belakangnya dulu

9. Mana yang kamu pilih, hitam atau putih? Dan kenapa?
Hitam di atas putih, karena dengan begitu keduanya bisa bermanfaat

10. Apa pentingnya dunia maya dan jejaring social bagimu?
Dunia Maya > Solusi tepat bagi orang yang malas berpergian untuk mendapatkan ilmu
Jejaring sosial>  Situs ini membuat kita tahu kebiasaan dan watak orang tanpa harus bertatap muka secara langsung, bahkan mengenalnya!!


11. Apakah kamu yakin akan semua jawabanmu? Yakin tapi tidak 100%

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…