Langsung ke konten utama

Boleh?


Bolehkah daku mengiri?
Pada mereka yang telah berulangkali mengharumkan nama sekolahnya
Pada mereka yang menjadi Hall of Fame sepanjang masa
Pada mereka yang mengundang decak kagum pahlawan tanpa tanda jasa

Bolehkah daku mengiri?
Pada mereka yang berhasil mempertahankan ketiganya?
Pada mereka yang loyal tetapi tetap jaya akan nilai akhirnya
Pada mereka yang mampu mengkotak – kotakan berbagai masalah yang terjadi serentak dan memecahkannya

Bolehkah daku mengiri?
Pada mereka yang disambut hangatnya sapaan di mana saja mereka bertemu
Pada mereka yang selalu diharapkan kedatangannya
Pada mereka yang mampu berkomunikasi secara tepat dan mempengaruhi khalayak sekitarnya

Bolehkah daku mengiri?
Agar bisa lebih baik lagi setiap harinya
Walau memang nampak seperti yang tidak pernah puas
Terhadap yang dimilikinya

Boleh daku mengiri?
Tetapi tetap bersyukur…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …