Langsung ke konten utama

Tertulis boleh dihapus, asalkan...



Kepada Kemendikbud yg terhormat,
Apabila SNMPTN Tertulis benar – benar akan dihapus:


·        Coba tolong berlakukan lagi Jalur PMDK, Kasihanilah mereka yang telah berupaya keras mengharumkan nama sekolah mereka dan rela mengorbankan rangking mereka di kelas  

·        Wajibkan tiap sekolah mengadakan UTS untuk memberikan kesempatan pada siswanya melihat nilai rapot bayangan, dan masih ada waktu memperbaikinya, sebelum rapot sesungguhnya diberikan.

·        Buat kami yakin UN bersih 100% dari kebocoran kunci jawaban, sehingga kami yang berjuang mati-matian dengan bersih tidak dirugikan.

·        Janganlah penilaian SNMPTN Undangan terlalu kaku dan saklek. Perhatikan detail – detail kecil pada rapot dengan secermat mungkin, Janganlah membuat usaha siswa yang mencoba mengejar nilai di semester terakhir terkesan tidak dihargai, dengan menyatakan bahwa nilai harus naik secara perlahan, tidak boleh terlalu tinggi, dan bla3.. sehingga dikhawatirkan dampaknya adalah siswa akan terkekang dan lesu untuk mengerahkan seluruh kemampuannya melakukan yang terbaik di semester terakhirnya

·        Turunkan biaya tes jalur mandiri, minimal turnnkan sampai setara dengan biaya SNMPTN Undangan.

·        Mungkin soal ulangan harian yang dibuat guru atau sekolah harus melalui pengujian Diknas dulu, apakah soal itu termasuk esensial atau tidak, bermutu atau tidak, berikut kunci jawaban pasti yang dapat meminimalisir pertentangan jawaban antar guru, atau guru dengan murid , agar tidak merugikan siswa di masing2 sekolah

Komentar

  1. intinya, pendidikan Indonesia harus dibenahi dulu & harus merata karena setiap sekolah punya standar penilaian yg beda, ya ga?

    Tetap Istiqomah buat kita! InsyaAllah rezeki ga akan kemana *menguatkan diri sendiri*

    BalasHapus
  2. Once again, he supposed to read this

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …