Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Nasihat Sebelum Menghadapinya

“Berharap boleh, ambisius jangan. Kalo usaha telanjur kurang, kan bisa ditambah dengan doa.”
“Kalo sudah tidak mungkin jadi yang terbaik, cobalah jadi yang nyaris gagal.”
“Jalani aja, jangan banyak pemikiran.”
“Kita kalah, kalah bersama kok, tetapi menang, ya sendiri sendiri.”
“Anggap saja ini hanya tahap penyisihan dalam suatu ajang lomba.”
“Udah kebukti kan lomba kemarin lu ga maksimal tapi dianugerahkan lolos? Kuasa dan kehendak-Nya bisa mengubah apa saja, yang penting lu kali ini lagi futur atau dekat kepada-Nya?"
“Cara menang adalah tidak peduli siapa lawannya, tetapi fokus terhadap bagaimana cara menguasai permasalahan itu.”
“Maksimal itu ga butuh kepastian akan sukses atau tidak. Kalau berjuang menuntut ilmu, maksimal kita persembahkan untuk Dia.”
“Daripada memikirkan waktu yang semakin dekat, mending membuka buku yang ada di dekatmu.”
“Kita diharapkan untuk mengerahkan  seluruh usaha, bukan untuk  mengalahkan.”

"Orang yang tahu strategi dan cara efektif untuk belajar, kerap ka…

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …
"Tidak ada yang tidak pantas diperoleh, selama tiada kata curang di dalamnya. Buat itu menjadi harga yang pantas dengan menjadikannya motivasi untuk meloncat  lebih tinggi dengan alasan yang lebih sepantasnya"                                                                                               -Inspirasi di senyap malam-