Langsung ke konten utama

Nasihat Sebelum Menghadapinya


“Berharap boleh, ambisius jangan. Kalo usaha telanjur kurang, kan bisa ditambah dengan doa.”

“Kalo sudah tidak mungkin jadi yang terbaik, cobalah jadi yang nyaris gagal.”

“Jalani aja, jangan banyak pemikiran.”

“Kita kalah, kalah bersama kok, tetapi menang, ya sendiri sendiri.”

“Anggap saja ini hanya tahap penyisihan dalam suatu ajang lomba.”

“Udah kebukti kan lomba kemarin lu ga maksimal tapi dianugerahkan lolos? Kuasa dan kehendak-Nya bisa mengubah apa saja, yang penting lu kali ini lagi futur atau dekat kepada-Nya?"

“Cara menang adalah tidak peduli siapa lawannya, tetapi fokus terhadap bagaimana cara menguasai permasalahan itu.”

“Maksimal itu ga butuh kepastian akan sukses atau tidak. Kalau berjuang menuntut ilmu, maksimal kita persembahkan untuk Dia.”

“Daripada memikirkan waktu yang semakin dekat, mending membuka buku yang ada di dekatmu.”

“Kita diharapkan untuk mengerahkan  seluruh usaha, bukan untuk  mengalahkan.”

"Orang yang tahu strategi dan cara efektif untuk belajar, kerap kali bisa mengalahkan orang yang sudah mati-matian belajar."
                                                                          -wejangan seorang guru-

"Tukang kayu nggak harus memboyong almari, meja, kursi, rak buku, rak sepatu sekaligus ke rumah pelanggan. Tukang kayu tinggal membawa seperangkat alat pertukangan dan batang-batang kayu, baru kemudian kayu-kayu itu dia bentuk sesuai permintaan." 

                                                                               -filosofi dari blog TOIKI-


Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…