Langsung ke konten utama

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah cukup mobile di altar smansa aja.

Bagaimanapun juga ane tidak menyesal pernah menjadi tura di upacara bendera. Jika dipikir - pikir kayaknya enak juga, berdiri di altar dan terlindungi dari sinar matahari, sementara petugas upacara yang lain dan para peserta bahkan guru - guru, harus berpanas - panasan di lapangan :P .
(serasa diistimewakan)

Udah gitu, kerjanya cuma di awal dan di akhir upacara aja. Jadi kalo salah ga terlalu mencolok perhatian amat. Kerjaannya tuh lapor ke pembina yang mau masuk ke lapangan upacara bahwa upacara sudah bisa dimulai.

Ini beberapa versi laporan yang pernah ane ucapkan waktu menjadi tura di berbagai upacara:

1.Flag Ceremony waktu smansa make hari Senin
 "Lapor upacara pengibaran bendera merah putih pada hari Senin tanggal ... siap dilaksanakan."

2. Flag Ceremony waktu smansa make hari Kamis
"Lapor upacara pengibaran bendera merah putih pada hari Kamis tanggal ... siap dilaksanakan."

3. Opening Smansa Day
"Lapor upacara peringatan HUT smansa pada hari senin tanggal ... siap dilaksanakan."

4. HUT RI
"Lapor upacara peringatan HUT RI yang ke - ... pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2011 siap dilaksanakan."

5. Hari Pahlawan
"Lapor  upacara peringatan hari pahlawan tanggal 10 November 2011 siap dilaksanakan."

6. Last Ceremony
"Lapor last ceremony pada hari kamis tanggal ... siap dilaksanakan."

Dan biasanya pembina bakal jawab :"Laksanakan!"
Maka tura juga harus jawab "Laksanakan." Pokoknya menyesuaikan seperti yang diperintahkan pembina.

Tanpa tura ane pikir upacara bendera tidak akan dapat dimulai, walau sebenarnya ga selebay itu juga .
Tura itu yang membawa pembina masuk ke lapangan upacara. Tura itu yang laporan duluan ke pembina, sebelum pemimpin upacara ikut-ikutan laporan juga. #fail

Pengalaman berkesan sebelum akhirnya ane lengser menjadi tura *hiks* adalah ketika ane disangka siswa yang terlambat oleh seorang guru yg dirahasiakan namanya.  Beliau begitu murka dan menarik tangan ane, ketika melihat ane turun dari altar. Beliau memaksa dan menarik lagi ane ke altar. Mungkin dikiranya ane adalah salah satu dari himpunan siswa - siswa terlambat yang dihukum berdiri di altar. Untunglah kakak kelas buru - buru menjelaskan kepada beliau. Ane tidak melihat rona rasa malu sama sekali pada wajah guru itu, padahal jelas - jelas beliau telah melakukan kesalahan. Grrr

Lalu, pengalaman ketika menjadi tura pada upacara yang pembinanya itu omongannya bertele - tele dan lamaaaaaaaaaaaa banget. Mana lagi make topi yang ketat! Alhasil kepala ane pusing tiada terkira, ane mencoba bertahan walau pandangan sudah kabur dan mulai menghitam. Ane ga mau rubuh di altar sampai upacara selesai. Bahkan dalam laporan penutup ke pembina itu, pandangan ane masih gelap gulita. Untunglah ane bisa bertahan, selesai upacara seorang kakak kelas memberitahukan betapa khawatirnya ia melihat wajah ane yang kelihatan pucat dan mengoreksi bahwa mustinya kalo mau pingsan, balik kanan aja. Ntar pasti ada yang gantiin.
Ah kalo tau begitu, pas ngeliat pembinanya adalah  'orang itu', ane langsung balik kanan aja deh huehehe

Memang benar, tura adalah petugas yang paling aman dalam berbuat salah.Buktinya:
Kalo pemimpin upacara laporan, dan salah ngucapin kata "upacara" jadi "apel" langsung kedengeran sama semua peserta. kalo Tura? yakali ane ngomong di altar, bisa kedengeran sama peserta. Wong ga usah dikerasin suaranya.

Kalo MC salah baca urutan atau kata, pasti kedengeran peserta. Kan pake mic! Begitupula pembaca UUD dan do'a.

Kalo dirigen ga pandai mengiringi obade dalam bernyanyi, pasti ketahuan. Kan kalo suaranya ga barengan, kedengeran banget kalo ada yang salah.

Petugas pengibar bendera adalah petugas yang paling besar rasa tegangnya. Bagaimana tidak? mulai dari rawan tali putus, naiknya bendera tidak bareng sama lagu, sampai bendera terbalik!
Mungkin inilah alasan kuat mengapa ane harus bersyukur 'cuma' menjadi tura.

Meski bola mata keheranan kerap berujar tidak sedap, meski kata - kata "mematung di pelataran" bertaburan. Ane tidak pernah dan tidak akan menyesal pernah mengemban tugas di tempat itu.

Di sudut pelataran, tempat ternyaman, teristimewa, terbukti.
Dan sekarang telah ada yang mengganti...

 

Opening Smansa Day 2011











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…