Langsung ke konten utama

Balada Gaya Gesek

Kemarin saya ikut Bimbel pelajaran Fisika mengenai mekanika gaya.
Di situ terselip pelajaran bahwa gaya gesek yang bikin ban gundul dan kaki lecet pun ternyata ada untuk memberi manfaat yang besar bagi aktivitas manusia.

Tanpa Gaya Gesek:
~Mobil justru tidak akan berjalan, asumsikan sebuah trek licin dalam keadaan steril dari gaya gesek. Coba bayangkan, jika trek itu licin maka mobil akan selip atau lebih parah lagi roda mobil hanya berputar di tempat. Mengapa? Karena tidak ada gaya gesek yang membuat roda mobil 'tercengkeram' oleh aspal jalan sehingga roda tidak dapat berpindah tempat.

~Kita akan  jatuh karena kaki tidak dapat menapak pada lantai, bahkan jika terpeleset kita akan terus berseluncur karena tidak adanya gaya gesek.


Kemudian, saya juga menemukan fakta unik mengenai rumus gaya gesek.
Di dunia ini ada dua tipe gaya gesek, statis dan dinamis. Untuk mencarinya dibutuhkan koefisien dari kedua gaya gesek itu.

Untuk gaya dinamis persamaannya adalah sbb,


fd =      Koefisien dinamis x gaya normal          

akan tetapi untuk gaya gesek statis, 
f<=  Koefisien statis x gaya normal

Jika anda jeli, untuk formula gaya gesek statis tidak menggunakan 'sama dengan' saja, melainkan  'tidak lebih dari'

guru les saya mengatakan, 
"Akan menjadi mengerikan jika gaya gesek statis memakai rumus 'sama dengan' , karena apabila kita mendorong kulkas berat yang diam dengan besar gaya yang kurang dari berat kulkas itu, maka kulkas itu akan mendorong balik kita dengan gaya seberat dirinya.Jadi yang benar adalah, jika kita memberi aksi seberat sekian newton yang kurang dari berat kulkas, maka kulkas itu akan memberi reaksi dengan besar gaya yang sama"

Kira-kira seperti itu, cerita keren mengenai gaya gesek yang saya dapatkan saat les


Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…