Langsung ke konten utama

Beberapa Tokoh yang Mewarnai Kelas Sepuluh Gue


Kelas sepuluh di SMA gue penuh dengan makhluk - makhluk ajaib, dan gue mau memperkenalkan beberapa dari mereka:



Madam English
~Sering dijuluki kamus "bahasa Inggris berjalan"
~Omongannya dalam bahasa Indonesia kerapkali terkontaminasi oleh serpihan bahasa Inggris (karena di rumah kebiasaan ngomong Inggris terus)
~Gaya bicara cenderung tegas dan bernada tertahan. Pertanyaannya selalu berisi dan membuat penyaji materi berkeringat dingin saat diserang pertanyaan pamungkas darinya.

Bayi Indonesia yang Numpang Lahir di Belgia, dan Sempat Menetap Di Jerman (Absurd)
~Kata Guru Jerman, jika nilai pelajaran Jermannya sekian  maka nilai anak lainnya tidak boleh lebih dari sekian itu.

Si Om Muda
~Memiliki pemikiran dewasa yang ternyata tidak selaras dengan usianya yang masih amat muda
~Bagaikan bumerang, akhirnya terkena labelling julukan “Om” akibat memanggil semua teman laki-lakinya dengan panggilan tersebut.
~ Nada kekanak-kanakannya sengaja dikeluarkan jika ia ingin mulai melucu.

Pelawak IT
~Memiliki lawakan tingkat tinggi yang tidak semua orang mengerti tentang hal itu, sehingga yang sering terjadi adalah kegaringan dan nada suara jangkrik.
 ~Berwawasan luas, mengerti banyak tentang perkembangan gadget, berita dunia, maupun sekadar info bola. Selalu bisa nyambung jika terlibat dalam suatu perbincangan.

Raja Gopal
~Anak baru yang mulai masuk semester dua, sepertinya berasal dari negeri Jiran malaysia.
~Kadang dipanggil “coach” yang blogger sendiri tidak mengerti apa maksudnya.


Si Asal Celetuk
~Entah kenapa kalo ada orang maju ke depan, terus ia nyeletuk ngeledekin omongan orang itu, semua siswa di kelas pada ketawa.
~Gaya bicara yang bernada santai namun terselip ketengilan di dalamnya.

Orang Cilebut yang Punya Nama Internasional
~Nama yang tidak sesuai dengan asal tempat kelahirannya, dan gada indonesia2nya sama sekali.
~Seringkali berkata yang agak kurang sesuai kode etik untuk didengar, tapi ga sampe ngomong jorok. Berani mengemukakan argumen yang cenderung mengundang kontroversi.

The Menels
~Gaya bicaranya agak ganjen yang mungkin terpengaruh gaya orang Amrik, sampe – sampe pas presentasi Indonesia aja ngomong: “Keputussyan.”

Korban Keranjingan Update Di Dunia Maya
~Hobi membagi apa saja yang seharusnya jadi privasi di status dan timeline, sehingga akibatnya khalayak jadi pingin ‘cari tau mengenai kebenarannya’

Ojan
~Sering nyengir dan manggil nama hanya untuk bilang “Apa Kabar.” Sehingga beberapa orang kadang menjadi bete dan pingin lempar sepatu
~Hobi ngucapin sakali pan, menanggapi keluhan orang dengan pernyataan menyebalkan, dan sekali lagi bikin orang pingin lempar sepatu

Guru Mate yang Diajar Guru Mate.
~Jago mate dan bisa tertidur pulas kalo soal mate yang diberikan guru terlalu gampang, atau kalo bukan pelajaran itung-itungan.
~Liciknya punya hak veto untuk tidak dimarahi kalo ketiduran saat pelajaran mate terutama pelajaran salah seorang ibu guru.


BKP
~Memiliki nama depan unik yang menipu gender, karena kalo orang cuma baca nama depannya bakal nyangka dia itu perempuan.

Perempuan yang Satu-satunya Jadi Ketua Kelas
~Sering merasa sungkan saat dipanggil kumpul KM, karena dia doang yang beda gender.

Pemikir Galau
~Kepala sarat  dengan pertanyaan – pertanyaan tingkat tinggi yang kebanyakan menanyakan kenapa dan bagaimana. Hanya orang seperti madam English yang selalu bisa menjawab setiap pertanyaannya.
~Memiliki pola emosi yang sulit untuk diterka dan penuh kejutan.

Ketua Kelas Paling Baek
~Hampir sangat tidak pernah menunjukkan adanya tanda-tanda kemarahan saat dianiaya atau dikecewakan, paling-paling cuma bilang : “Ih Lu mah.”
~Memiliki rasa antusias besar jika orang ingin menceritakan sesuatu atau seseorang kepadanya.

Pemilik Huruf R Paling Samar
~Entah kenapa kecadelannya justru malah menjadi daya tarik tersendiri agar orang menarik perhatian kepadanya
~Kalo marah atau ngeledek dan kebetulan kalimat perkataannya sarat akan huruf R, jatuhnya malah jadi bikin ketawa.

Orang Jowo Polos Tenan
~Menggemari smack down, dan kadang cukup polos dengan ‘kenyataan kehidupan’ (maaf belum menemukan kalimat yg tepat) sehingga ia tidak bisa disalahkan jika keliru dalam berpendapat atau memutuskan.


Mbahnya Catatan
~Hobi bikin catatan warna warni, dan pake panah menikung, serta simbol-simbol kreatif lainnya sehingga catatannya itu sering difotokopiin sama orang, kerapkali sewot karena abis dipinjemin catetannya jadi lecek.

Wali Kelas Tercinta : Berorientasi Sin Cos Tan
~Penuh kecurigaan terhadap anak - anak yang kurang pinter mate dan ulangan sering remed. Kadang tuduhannya keliru , orang ga ngapa2in dibilang main hape.
~Paling anti sama murid yang ga ngerjain PR dan dispen gajelas, niscaya ekskul anak itu jadi bahan sasaran amarahnya.

Dan makhluk - makhluk selebihnya, ga gua  ceritain karena gua ga begitu  tahu detail2 unik yg bener2 bikin "BEDA" tentang mereka.






Komentar

  1. gue lahir di belgia, hen, bukan jerman ;)

    BalasHapus
  2. Oke Jen, sudah direvisi, tapi lu sempet menetap di Jerman kan?
    Kalo engga gua revisi lagi haha
    itulah gunanya ngomen

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…