Langsung ke konten utama

Web di Mata Seorang Pemula



Sepertinya untuk sekarang ini belum bisa beralih pada web, meskipun diiming-imingi hal - hal menggiurkan seperti ladang uang dunia maya, kepercayaan pihak luar,  dan lain sebagainya. Bagi saya sebagai pemula dalam dunia web, blogspot masih menjadi juara satu sebagai tempat ternyaman untuk memostingkan tulisan dibandingkan web.

Jujur saja, saya masih agak kerepotan dengan web. Di mulai dari pengaturan Alignment dan Font yang sangat tidak leluasa karena butuh pembagian class dan lain sebagainya. Belum lagi upload ke hosting yang butuh kesabaran karena memakan waktu yang lama, dan seringkali terjadi error yang tidak jelas. Yang ada pasti saya akan malas memperbaharui kontennya, dan akibatnya web saya jadi basi.

Mungkin saja Anda benar jika mengatakan bahwa saya belum menemukan cara efektif menggunakan web karena saya memang tidak memiliki buku apapun tentang hal itu, hanya modal kebaikan orang - orang sekitar, dan bantuan Mbah Google. Template dari luar pun tidak jadi saya gunakan dalam tugas pembuatan web di sekolah berhubung khawatir merepotkan banyak orang yang diakibatkan dari ketidaklihaian saya mengedit, mengobrak-abrik, dan menanggulangi yang namanya 'cara' CSS, sedangkan deadlinenya benar-benar kejar tayang

Lalu kapan siap menggunakan web? Entahlah, saya berharap masih bisa bergantung di akar blogspot selagi mencari kisi-kisi terang dalam gelapnya rimba web.





Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…