Langsung ke konten utama

Acara TV yang Menjadi Terkesan Sendu

Hari ini sekolah gua kedatangan tamu dari sebuah acara TV di ANT*
awalnya gua excited....

Namun, akhirnya gua jadi iba sendiri
sedikit sekali siswa yang antusias
ajakan kalian tidak digubris
sepertinya kalian telah mendatangi sekolah yang sama sekali salah
tempat di mana rasa menghargai mungkin nampak nyata kenihilannya
di mata kalian...

Maaf
mewakili sang kawah candra dimuka
dengan sangat bahwa kami tak bermaksud untuk bersikap enggan peduli
bukan memang ingin menghancurleburkan harapan kalian kepada kami
bukan pula ingin mempermalukan acara kalian
justru kamilah yang kini merasa malu dan tak enak hati
nampaknya usaha kalian harus menggapai ruang hampa 

Tapi mohon maklum

mungkin kami terlalu lelah sehabis belajar
atau mungkin kami punya urusan yang lain yang tidak bisa ditinggalkan
dan kata ganti kami di sini sayangnya memang bermajas totem pro parte

Sekali lagi, mungkin ini hanya masalah kesempatan yang sempit
tanpa kesengajaan (?) 

 Mendung... semoga bisa membuat kalian maklum dan bersabar



Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…