Langsung ke konten utama

Mochamad' Mahendra' Putra' di Dunia Paralel

Banyak orang yang bicara kalo Mahen' itu ramah, pengertian, dan tidak pernah kaku dalam bergaul.
Semua orang ingin konsul dan berhubungan baik dengannya. Ia sosok yang selalu mementingkan orang lain, berkepribadian tenang dalam menghadapi masalah atau himpitan waktu, dan tidak pernah memikirkan kegagalan yang sudah lalu. Ia orang yang selalu berpikir positif. Ketika ia dibebani suatu amanah, ia akan melaksanakannya secara maksimal dan tak pernah sedikitpun ia mengecewakan orang. Ia selalu bisa diandalkan. Selain itu, ia orang yang cukup rajin dan disiplin. Tak pernah ia datang terlambat walaupun 1 menit, bahkan ia seringkali datang lebih awal. Ia juga selalu memperhatikan penampilannya agar tetap necis dan rapi.

Ia jago bermain bola, berstamina kuat, serta hobi beradu tantangan dengan orang lain. Kata menyerah tak ada di kamusnya. Ia orang yang senang berkompetisi dan mencintai nuansa pertandingan apapun.  Banyak orang yang segan bila berhadapan dengan dirinya. Ia lihai berbicara dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya penuh dengan kebijaksanaan, berbobot, sekaligus mengena. Setiap hadirin yang mendengarkan presentasi mengenai suatu materi darinya merasa puas dan senantiasa mengerti serta memerhatikan terhadap apa yang dijelaskan oleh Mahendra'. Ia disukai dan diharapkan untuk selalu hadir di setiap kegiatan seperti rapat, kumpul, ataupun event penting lainnya.

Mahendra' sangat jago dalam bidang biologi, tetapi ia juga sangat menguasai dalam tiga pelajaran eksak lainnya. Rasa penasarannya terhadap ilmu sangat besar, sehingga telah banyak soal yang habis dilahapnya. Ketika ulangan atau ujian, ia tidak pernah bertindak tergesa-gesa maupun sembrono sehingga seringkali ia meraih nilai sempurna atau skor maksimal. Namun, ia selalu rendah hati apabila mendapat nilai yang menonjol dibanding teman-temannya. Ia selalu dimintaitolong untuk mengajari teman-temannya yang kesusahan mempelajari materi pelajaran. Cara pengajarannya sangat disukai karena begitu lugas dan bisa dibayangkan.

Fisiknya  tidak kentara, ia memiliki tubuh yang tinggi, otot berisi, dan wajah yang menarik. Mahendra' selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Alloh kepada dirinya. Tidak pernah ia berkeluh kesah atas kegagalan atau masalah yang menderanya. Shalat Tahajud tak pernah ia tinggalkan. Setiap sehabis shalat, ia selalu berdzikir, berdoa dengan khusyu dan mendoakan orang-orang di sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai sosok yang baik hati, tidak pernah mengesalkan orang lain apalagi hobi menghina orang-orang yang dikenalnya. Ia bukan orang yang sering berkata tidak jelas, komentarnya selalu berisi dan membangun. Perkataannya menginspirasi banyak orang.

Semoga penulis bisa meneladani kembarannya di dunia paralel. Aamiin.

Komentar

  1. Boleh banget a, biar setiap orang yang baca secara ga sengaja, mereka jadi ngedoain a wawi juga hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…