Langsung ke konten utama

Meanwhile My English Practical Test...

So Mr Su**** interviewed me for my writing about description text of Smansa.

blablablablabla.....
S: "Do you love studying in this school?"
M: "Yes it teaches me about many  lesson for the real life from its organization, like  balancing activity for studying in the class and studying in extracurricular blablabla...."
S: "So can you tell me what is the strength point of Smansa, and the weak point of Smansa too?"
M:"The strength point of smansa that it has many important students as its assets to bring it many great achievement. The weak point I think the students still are not dicipline and always break the rule, such as coming late, buying foods in canteen when the subject is held. And I don't have a solution for that."
S: "Yes I don't have too. "
(then both of us are laughing)
 blablablablabla.....

Saat itu gua merasa sehipokrit-hipokritnya manusia (note: munafik). Emang kalo dipikir-pikir siapa coba murid-murid yang sering datang terlambat tiba di sekolah atau suka beli tahu berontak pas pergantian KBM, serta pas gada guru yang masuk? Gua kan salah satunya. Lah ngomongin diri sendiri jg dong? Emang.

Namun, momen percakapan di atas adalah hal yang tak bisa terlupakan  karena gua dan Pak Su**** kala itu sama-sama mengerti mengapa sekolah acara ini tak pernah menjadi sekolah yang sebenar-benarnya teladan di kota hujan.

Benar-benar sekolah keluarga yang penuh toleransi
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…