Langsung ke konten utama

Air Sumur dan Tumbuhan

www.facebook.com/noicantbelieveit

Begitu rupanya alasan kenapa saya masih harus repot menyapu dedaunan kuning yang rontok akibat banyaknya pohon di pekarangan
Begitu rupanya alasan saya masih harus ikhlas dengan gerombolan semut yang datang tanpa diundang karena lingkungan sekitar rumah saya yang banyak pepohonan dan menjadi sarang mereka.
Begitu juga alasannya kenapa tidak diberantas saja secara tuntas rumput-rumput liar di halaman, tetapi harus dicabut setiap minggu secara manual.


Ternyata selain menjaga kesegaran atmosfer,
kalian juga menjaga air sumur di rumah saya agar tetap layak digunakan...
Untuk  kalian para penyaring air bawah tanah.
Terima kasih masih sudi tumbuh dan berkembang :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …