Langsung ke konten utama

Award-award yang Mestinya Diberikan Sekolah kepada Siswa

Saya turut prihatin ketika perpisahan kemarin ternyata banyak orang yang telah berkontribusi besar untuk kemajuan sekolah tidak mendapatkan award barang sedikit dari sekolah. Menurut saya, bila pengunjung teraktif perpustakaan saja memperoleh award berupa piagam penghargaan, semestinya ada pula award-award lain untuk kategori berikut:

  • Penjaga Kebersihan dan Keindahan Sekolah Terkonsisten
    Bila saja sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, seperti tidak membuang sembarangan, tidak pernah merusak tanaman, atau selalu memungut sampah di jalan ketika menemukannya dan membuangnya ke tempat sampah, tentu saja hal ini akan menciptakan kondisi lingkungan yang asri, bersih, dan terawat dengan baik.
  • Siswa dengan Kehadiran 100% di Setiap Kegiatan Sekolah
    Berhubung memang banyak juga yang selama dari kelas X sampai kelas XII tidak pernah absen dalam KBM, maka beberapa syarat lain juga bisa ditambahkan, misalnya, kehadiran mentoring plus 100%, tidak pernah dispen dari KBM, dan juga selalu hadir dalam acara sekolah resmi di luar KBM.
  • Obsbang OSIS
    Ketika para ketua organisasi mendapatkan apresiasi dari sekolah, menurut saya jabatan OSIS yang satu ini perlu diberikan penghargaan juga mengingat tugas Obsbang yang cukup berat, yakni harus memantau, membantu, menyelaraskan, mengembangkan, menjaga, dan menyinkronkan semua ekstrakurikuler di sekolah. Bayangkan betapa kusutnya birokratisasi dan koordinasi antarekskul dan dari ekskul ke sekolah jika seorang obsbang tidak cakap dan lihai untuk mengkondisikan jalannya garis koordinasi.
  • Para Juara Atlet atau Peseni Tingkat Nasional atau Internasional
    Tidak adil jika hanya para juara di bidang akademik yang diberikan apresiasi, sedangkan di bidang non akademik dibiarkan begitu saja. Padahal keseimbangan prestasi  sekolah di bidang akademik dan juga non-akademik mutlak diperlukan supaya tercipta iklim kompetisi di semua aspek dan mendorong perkembangan sekolah itu secara menyeluruh.
  • Siswa yang Selalu Berkelakuan Baik Minimal Ketika Upacara atau Acara Resmi Sekolah Lainnya
    Siapa yang bisa menapik efek positif yang akan terjadi kalau award ini diberikan? Yah, setidaknya tingkat 'ngobrol sendiri ketika sedang upacara atau acara sekolah lainnya' bisa terminimalisasi.
  • Siswa dengan Ekskul Terbanyak, Mampu Loyal Di Semua Ekskulnya, dan Memiliki Nilai Rapot yang Baik
    Ekskul  lima, atau lebih, dengan tidak pernah gabut di satu ekskulpun, menjadi ketua atau koor di salah satu ekskulnya, serta memiliki nilai akademik yang baik merupakan hal yang langka dan selayaknya diapresiasi, mengingat banyak fenomena siswa yang lebih mementingkan organisasi daripada KBM, dan banyak pula yang siswa yang nilai rapotnya sangat memuaskan tetapi tidak berkontribusi aktif di ekstrakulikulernya.
  • Pemberi Inovasi Terbesar dan Terefektif untuk Kemajuan Sekolah
    Dengan semakin banyaknya siswa yang memberi saran, inovasi, karya, maupun solusi untuk masalah di sekolah , maka terwujudnya sekolah yang ideal, madani, serta berkualitas tinggi, bukanlah sebuah paisan kosong
Sebenarnya masih banyak lagi kategori-kategori lain yang seharusnya jadi sorotan sekolah karena seremeh-temeh apa pun sebuah kebaikan jika dilakukan dengan niat ikhlas dan maksimal akan membuat sebuah perubahan positif yang signifikan bagi kemajuan sekolah.


Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…