Langsung ke konten utama

Enam Mimpi Gila Sebelum Tidur #1

~Menemukan metode yang tepat untuk mengetahui pandangan orang lain terhadap kita dengan hanya melihat mimik muka atau hasil tes mereka.
~Bikin perpustakaan yang maha megah, memiliki koleksi buku terlengkap dari masa ke masa yang memenuhi kebutuhan informasi semua lapisan dan kalangan, kalau bisa arsitekturnya ngalahin perpustakaan UI.

~Mempertinggi badan, minimal  setinggi Panjul (nama teman saya, tidak usah dibahas), maksimal setinggi orang  normal pada umumnya.
          ~Profesional mainin lagunya Beethoven dan Mozart pake piano sambil merem.

~Menemukan jenis minyak goreng yang ga nyiprat ketika goreng ayam atau ikan tanpa tepung dan ga dikukus terlebih dahulu.

~Ngobrolin buku karangan saya di Starbuck sama J.K Rowling atau Ahmad Fuadi.
 




Komentar

  1. yang lainnya sih mungkin, tapi kalo tinggi badan setinggi panjul kayaknya susah yaa, berhubung masa pertumbuhan lu udah mau berakhir fufufu~

    paling nambah 3 cm wakakak #jahat

    BalasHapus
  2. @Miruchan: Namanya juga mimpi gila Mir haha, tapi tinggi gua saat ini cukup ideal, setidaknya leher gua ga sakit pas ngeliat lu hahaha #jahat #if you know what I mean that will be hurt

    BalasHapus
  3. iya, gue tau gue lebih pendek dari lu bzzz

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…