Langsung ke konten utama

Terjebak dalam Mimpi Lalu

Melihat langit tatapan nanar
Jalanan itu tak lagi terbentang
Sepertinya memang harus beralih bintang
Karena ini mimpi sudah harus dikenang
Tak mungkin lagi berjuang

Ya, selamat membusuk dalam kedengkian
Kepada siapa beroleh menang
Pastilah hati meracau tak senang 
Selama hidup bergelimang ketidakpuasan
Masa lalu teruslah mengekang

Sudahlah, Padamkan saja api mimpimu itu
Daripada hati diracun mimpi
Mimpi yang memaksa ingin dicapai
Padahal eranya sudah menghilang

Sudahlah, bahkan ilalang terus berkembang
Tetapi sang hati masihlah bimbang
Membeku dalam suramnya masa lalu
Berharap ini semua hanya mimpi
Eranya kan kembali
Sayang saja ini ilusi

Sudahlah, Sadarlah
Mimpi lalu biarlah berlalu
Karena mimpi dapat diganti
Esok pagi  selalu menanti

Sudahlah,
Biar masa depan menghapus nistanya masa lalumu
Biar mimpi baru membasuh bersih mimpi kelammu
Biar tamu esok hari, menjadi tabib perih hatimu

Biar saja dia pergi
Mungkin gantinya lebih besar lagi


Mei 2013 
Mochamad Mahendra Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Give Up For "Gusi Bengkak"

Anda pernah mengalami ini?
,,,

,,,


Ya, hari ini gua mengalaminya, gusi bengkak mungkin tidak semengerikan tumor dan kanker (naudzubillahimindzalik) , tetapi rasanya sehari bagai neraka kalau keadaan itu terus berlangsung di saat perut kita sudah mulai kelaparan. Loh apa hubungannya?  Jelas saja ada kaitannya, mau gebetan lu ngebeliin kue paling enak sedunia kek kalo gusi di belakang geraham lu bengkak pasti rasanya sama saja, sama tersiksanya, cenah peribahasa mah air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam . Ngunyah dikit, mata kejep kejep karena jendolan janggal yang ikut tergigit menyebabkan rasa sakit yang sangat menganggu kenikmatan makan kita.
Ini bukan kali pertama gua mengalaminya, setahun yang lalu pernah juga dan penyebabnya itu ga jauh - jauh dari yang namanya panas dalam. Sepertinya gusi bengkak yang gua alami hari ini disebabkan abis sarapan gua ga  minum dulu, tetapi malah langsung pergi ke sekolah, udah mah lauknya ikan cabai, udah gitu kemarin abis makan yang pede…