Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Penyusup

Sedang kepikiran untuk menjadi seorang penyusup di banyak acara yang diadakan oleh beberapa unit atau organisasi. Sepertinya asyik, kita tidak perlu repot2 ikut kaderisasi, rapat, persiapan, atau mengikuti berbagai macam unit, tetapi tetap bisa menikmati dan menyerap ilmu dari acara yang diadakan oleh unit-unit tersebut. Wawasan bertambah? iya. Waktu tetap lowong? iya.

Mungkin definisi terdekat dari penyusup adalah partisipan lepas. Ya, menjadi seorang partisipan lepas dalam berbagai acara unit, tetapi tidak menjadi anggota unit adalah alternatif terbaik jika mahasiswa seperti saya memiliki "interest" terhadap banyak unit. Ngga mungkin kan suka semua, terus masuk semua, kecuali saya amoeba yang bisa membelah diri, atau dugesia yang bisa beregenerasi.



Risiko jadi seorang penyusup atau partisipan adalah kita bakal dicibir atau bisa jadi digunjingkan.
"Ini orang siapa sih? Tiba - tiba ikut, ga jelas banget."
"Wah jangan-jangan intel dari sekolah Sandi negara."

Makan Apa? (20-27/10/2013)

Soal harga terka sendiri ya, kan tiap abis lebaran harga naik hihihi

Itulah enaknya jadi mahasiswa di perantauan, tiap mau makan, pasti beli di luar, jadi bisa menambah wawasan kuliner (laksana Bondan Winarno :P ). Akan tetapi, saya lebih tetap mencintai masakan  Bunda saya di Bogor kok, ga boong.

Lagi Cinta Mati Sama ITB dan Kehidupan di Sekitarnya

Alhamdulillah.... Oktober tanggal 27 tahun 2013 saya masih berada di ITB, PTN yang kata orang susah masuknya ini. saya merasa tidak menyesal sedikitpun memilih bumi ganesha sebagai penerus jenjang pendidikan karena ternyata bagi saya ITB adalah Smansa skala besar. ITB tidak kalah seru mengadakan berbagai acara dan seminar bergengsi, malah menurut saya ITB adalah 100%nya dari smansa.
Sebelumnya apakah kau tau smansa Bogor? Sekolah yang digadang-gadangkan sebagai sekolah acara, sekolah yang sangat aktif organisasinya, dan sekolah yang sangat kuat ikatan alumninya yang terletak di jalan Ir. hatta djuanda  16, selain itu sekolah ini terkenal sebagai sekolah keluarga karena guru-gurunya pun banyak yang berasal dari sekolah ini.
Cukup sudah romantika tentang smansa Bogor karena saat ini saya sudah mendarat di ITB. Kau tahu apa artinya kalau saya bilang ITB adalah 100%nya smansa? Ya, bisa berarti bahwa ITB merefleksikan secara utuh apa yang belum diberikan oleh smansa. Maklum saja, ITB itu …

Foto Minggu Ini [13-19/10/13]

Selasa
Iseng mencoba memotret benda mati....


Kamis, Ketika akan masuk Lab Kimia
 "Kan ga pernah diisi." Celetuk temanku  menjawab pertanyaan mengapa tempat untuk menulis pembahasan dan kesimpulannya tidak realistis.

Jum'at, sekitar jam 10 an
Dari pojok tangga Balubur Town Square, mata saya melihat....


Cara Bersyukur

Saya tidak pernah tahu cara bersyukur terhadap apa yang telah dimiliki, sampai suatu ketika saya kehilangan barang ....

Saya murung selama beberapa saat, mengerjakan apa pun kehilangan konsentrasi

Melakukan segala sesuatu tidak pernah nyaman

Padahal HP saya tidak hilang...

Padahal Laptop saya tidak hancur...

Padahal dompet saya masih ada...

 dan barang itu bukan sesuatu yang biasanya menjadi  prioritas  untuk saya cek kembali eksistensinya....


Hanya  sebuah tempat pensil.

Tetapi nilainya menjadi setara dengan laptop dan HP tersebut ketika saya kehilangannya...

Dan tahukah ketika saya berhasil menemukannya lagi?

Saya berasa menjadi orang paling bahagia di muka bumi...


Hanya karena sebuah tempat pensil yang hadir kembali...

Dan saya jadi berpikir
haruskah saya berdoa kepada-Nya...

 Supaya setiap hari saja saya kehilangan barang

Agar setiap saat saya menemukan mereka kembali

Saya selalu bahagia dan bersyukur kepada-Nya
Setiap harinya....






Melalui pengalaman tersebut saya jadi kepikira…