Langsung ke konten utama

Cara Bersyukur

Saya tidak pernah tahu cara bersyukur terhadap apa yang telah dimiliki, sampai suatu ketika saya kehilangan barang ....

Saya murung selama beberapa saat, mengerjakan apa pun kehilangan konsentrasi

Melakukan segala sesuatu tidak pernah nyaman

Padahal HP saya tidak hilang...

Padahal Laptop saya tidak hancur...

Padahal dompet saya masih ada...

 dan barang itu bukan sesuatu yang biasanya menjadi  prioritas  untuk saya cek kembali eksistensinya....


Hanya  sebuah tempat pensil.

Tetapi nilainya menjadi setara dengan laptop dan HP tersebut ketika saya kehilangannya...

Dan tahukah ketika saya berhasil menemukannya lagi?

Saya berasa menjadi orang paling bahagia di muka bumi...


Hanya karena sebuah tempat pensil yang hadir kembali...

Dan saya jadi berpikir
haruskah saya berdoa kepada-Nya...

 Supaya setiap hari saja saya kehilangan barang

Agar setiap saat saya menemukan mereka kembali

Saya selalu bahagia dan bersyukur kepada-Nya
Setiap harinya....






Melalui pengalaman tersebut saya jadi kepikiran membuat sebuah teorema,

"Kehilangan sesaat membuatmu menjadi orang yang paling bersyukur,
Kehilangan selamanya membuatmu menjadi orang yang paling  menyesal."






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …