Langsung ke konten utama

Makan Apa? (20-27/10/2013)

Ikan goreng asam manis di salah satu food court Saraga ITB

Ayam cobek di W.Co Cisitu Dekat Pusdik Geologi

Soto Ayam Padang di Warung Ica (Gelap Nyawang)
 Soal harga terka sendiri ya, kan tiap abis lebaran harga naik hihihi

Itulah enaknya jadi mahasiswa di perantauan, tiap mau makan, pasti beli di luar, jadi bisa menambah wawasan kuliner (laksana Bondan Winarno :P ). Akan tetapi, saya lebih tetap mencintai masakan  Bunda saya di Bogor kok, ga boong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …