Langsung ke konten utama

Seputar Informasi FTI ITB



Januari ini adalah bulan kegundahan adik –adik SMA di seluruh pelosok Indonesia untuk memilih prodi yang menentukan masa depan mereka. Hal itu sangatlah wajar karena apabila salah memasuki jurusan yang tidak sesuai dengan minat, semangat untuk belajar pun pasti kendur. Saya sebagai salah seorang alumni SMAN 1 Bogor yang baru saja lulus tahun lalu dan sekarang tengah berkuliah di Institut Teknologi Bandung ingin memberikan gambaran sedikit mengenai jurusan / fakultas yang telah saya pilih.

Sebelumnya, saya adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Industri di ITB yang diterima tahun 2013.
Ketika SNMPTN undangan,
Pilihan pertama  : Fakultas Teknologi Industri ITB
Pilihan kedua      : Teknik Kimia UI

Namun sayangnya, nilai rapot saya tidak memenuhi (eksak yang dapet sembilan cuma Biologi), dan UI tidak menerima pilihan kedua. Akhirnya, saya dinyatakan gagal dalam jalur undangan.

Lalu, saya menghadapi SBMPTN dengan pilihan yang tidak jauh berbeda….
Pilihan pertama  : Fakultas Teknologi Industri ITB
Pilihan kedua      : Teknologi Industri Pertanian IPB
Pilihan ketiga      : Teknik Kimia UI

Alhamdulillah saya kemudian diterima di FTI ITB. Mungkin kalian penasaran…

Kenapa sih milih FTI ITB?
Awal mulanya saya enggan memilih FTI, takut sama kata-kata ‘industri’nya. Di otak saya langsung kebayang labotarian Universitas Pasundan yang sering nguji sampel-sampelnya acara Reportase Investigasi di Trans TV. Wew, saya tidak mau terjebak di lab.

Kemudian, saya dikasihtahu (ga usah tau subjeknya) bahwa teknik industri justru tidak sesederhana itu. Bahkan sebenarnya teknik industri deket-deket ke ekonomi gitu.

“Hah, lu mau masuk teknik industri? Bukannya itu IPSnya teknik ya.” 
-Kata seorang anak olim ekonomi

Akhirnya saya berusaha kepo sebanyak-banyaknya tentang teknik yang satu ini. Ada yang bilang teknik industri tuh belajar semuanya, dan mereka bilang teknik yang satu ini paling ga spesifik dan ga jelas. saya makin pengen, emang udah jiwanya ga suka spesifikasi, gampang bosenan.

“Teknik Industri kan lebih banyak belajar program linear.”
-Kata ketua paguyuban bogor di ITB angkatan 2013

Seketika saya mual. Program linear lumayan gampang, tapi paling saya malesin karena itungannnya cukup menguras emosi dan ngebosenin.

Lalu, acara Expo kampus pun tiba di SMA saya, dan lantas saya mendapatkan banyak gambaran tentang FTI sesudah itu.

Jadi, apa alasan saya masih milih FTI ITB?

Menurut saya FTI itu luaaaaas dan beragam banget. Bagi kalian yang ga mau selama empat tahun belajar bidang yang terlalu spesifik, itu-itu aja, atau bikin jenuh, maka FTI adalah pilihan yang tepat.



Di FTI terdapat empat jurusan, antara lain:
1.     Teknik Industri
Yah sesuai nama fakultasnya, teknologi industri. Teknik ini sering dibilang teknik IPS karena lebih sering berkutat pada ekonomi dan manusia. Tidak heran kalo ada mata kuliah psikologi, manajemen, dan program linear di sini -,-“. Terus tekniknya apa dong? Tentu saja, kata teknik bukanlah sebuah kiasan semata karena prodi ini belajar tentang sistem yang melibatkan manusia, mesin, dan segala komponen yang mendukung sistem itu bisa berjalan secara optimal dan efisien. Karena sistem itu sifatnya menyeluruh, teknik industri dituntut untuk mengetahui semua bidang-bidang keteknikan, walau jadinya agak ga jelas.  Omong-omong banyak yang bilang kalo lulusan prodi ini kebanyakan jadi bos di perusahaan besar. Silakan buktikan sendiri.

2.    Teknik Kimia
Kalo kalian ngebayangin kata industri sebagai sebuah pabrik . Dan yakin 100% bahwa teknik industri yang bikin kalian tau banget gimana caranya bikin sabun Citra dari bahan-bahan kimia yang apalah itu namanya, selamat! Kalian salah total!
Yang bener-bener tahu betul apa aja yang terjadi sama si “calon” sabun itu adalah teknik kimia, teknik paling tua di ITB. Yup, di prodi ini dipelajari bagaimana cara merancang pabrik, mengolah proses pembuatan pangan dsb., sampai mengemas sedemikian rupa produk yang udah jadi tersebut!  Jadi inilah teknik industri yang ada di mindset kalian sesungguhnya.

Prodi Teknik Kimia terbagi atas empat subprodi lagi, yakni teknik kimia murni, teknologi pangan, teknik bioproses, dan yang terbaru, teknik bioenergi. Dan dosen prodi ini juga pernah curhat mustinya subprodi ini dijadiin prodi terpisah aja saking beragamnya. Seru kan? Iya seru, sampai kalian sadar bahwa yang mau masuk Teknik Kimia itu.... banyak banget tentunya.


3.    Teknik Fisika
Sering dibilang Mother of Engineering karena di prodi ini dipelajari semua dasar-dasar keteknikan. Sering dianalogikan pula sebagai bajak laut yang membajak keilmuan teknik-teknik di ITB. Katanya banyak mata kuliah ‘menyusahkan’ di prodi lain di luar FTI yang diraup di teknik Fisika. Agak terkesan ga jelas, tapi justru sebenarnya jelas banget. Di prodi ini, kalian bisa mempelajari akustik interior, instrumentasi dan kontrol, pencahayaan, material, pokoknya rekayasa alat-alatlah. Bagi yang ga terlalu suka Fisika silakan lari ke Teknik Industri, Teknik Kimia atau Manajemen Rekayasa Industri. Karena di sini tuh kalian bakal puas bermain dengan fenomena fisika, dan mengotak-atiknya. Sekedar catatan, bedanya dengan fisika murni adalah kita lebih sering merekayasa barang dan aplikasi sistem ketimbang berkutat pada rumus dan teori fisika.

4.    Manajemen Rekayasa Industri
Merupakan prodi terbaru di FTI ITB (dibentuk tahun 2009) dan saya liat di teknik fisika juga ada mata kuliah yang namanya persis sama dengan prodi ini. Jadi, MRI ini adalah pengembangan dari salah satu mata kuliah di FTI. Satu kata yang membedakan MRI dengan Teknik Industri adalah inovatif. Ya, MRI selalu mengupayakan pembaharuan suatu produk agar sesuai dengan kebutuhan zaman, sedangkan TI lebih berorientasi terhadap efisiensi distribusi. Bagi kalian yang demen dengan kreativitas, imajinasi, dan inovasi cocok banget masuk sini karena mahasiswanya dituntut untuk selalu mencari ide dan bisa mengembangkan sebuah produk. Menurut saya MRI paling dinamis di antara prodi lainnya.


Prospek
Semua prodi di FTI memiliki prospek kerja yang luas sekali karena memang cakupan bidangnya juga luas dan bervariasi
(Intinya, semua keahlian lulusannya kepake di Pertamina #eh).
Setiap tahunnya fakultas ini mengadakan acara FTI Motivation Day (dapet kaos gratis!) yang mendatangkan berbagai pembicara dari pimpinan perusahaan-perusahaan industri. Entah kenapa cuma FTI yang ngadain, saya juga ga ngerti, tetapi pokoknya di acara itu mereka bakal mempresentasiin gimana caranya melamar kerja, memberikan gambaran dunia industri menggunakan contoh dinamika perusahaan mereka, dan sebagainya.



Ga cuma FTI aja, biasanya mahasiswa tingkat empat ITB sebelum wisuda udah ditawarin kerja sama alumni-alumni ITB yang kerja di macam-macam perusahaan. Ikatan alumni ITB yang kuat, cukup menjadi jawaban atas fenomena tersebut.

Kenapa saya milih FTI ITB, bukan FTI PTN lain?
ITB memiliki program Tahap Persiapan Bersama. Lah di IPB juga ada? Jawabannya karena ITB adalah satu-satunya PTN yang belum menjuruskan mahasiswanya di tahun pertama sehingga kita masih bisa memilih dan meraih info sebanyak-banyaknya dari kakak kelas dan civitas academica lainnya sewaktu kita menjadi mahasiswa ITB. Istilah SNMPTN kedua untuk memilih jurusan sudah tidak asing lagi di sini. Seru kan? Makanya pada masa TPB tuh mahasiswa ITB giat banget belajarnya,
soalnya ada yang dikejar : prodi favorit.

Selain itu, ITB juga sempit, jadi mau ke fakultas mana aja juga gampang (kecuali ITB Jatinangor).  Akibatnya kalo suatu fakultas ngadain acara, fakultas lain bisa langsung tau dan berpartisipasi. Dan ga perlu bus hijau tua buat nganterin anak FTI ke FSRD atau fakultas lainnya.

Kemudian, prodi Teknik Kimia dan Teknik Fisika di FTI ITB sudah memiliki status ABET. Emangnya saya ngerti itu apaan? Engga sih, tapi sertifikasi menguatkan kredibilitas.
Saya yakin laboratorium kedua teknik tersebut pasti telah diuji beberapa kali, di sisi lain teknik kimia dan teknik fisika juga merupakan teknik yang cukup tua sehingga terdapat nilai historisnya tersendiri.



Pokoknya buat kalian yang ga pingin mempelajari bidang yang itu-itu aja, ataupun masih pingin eksplor dan belajar banyak bidang, maka prodi - prodi di FTI merupakan pilihan yang cocok.  Ga usah galau sama FTI, pilih aja!

Selama satu semester pertama di ITB, mata kuliah yang saya pelajari ternyata tidak terlalu berbeda dengan yang ada di SMA.

Fisika? 
Kalo dari SMA ga ngerti Fisika bisa gawat, dosen lebih banyak menceritakan aplikasi dan fenomena fisika dibandingkan penggunaan rumus. Padahal yang keluar di UTS, lebih ke penggunaan rumusnya

Kalkulus? Lumayan banyak hal baru dan kompleks. Dan untuk pertama kalinya soal matematika hitungan musti dijawab dengan kalimat-kalimat penjelas. Wow! Tapi mustinya lebih gampang daripada pas SMA karena yang diutamain ngertinya, bukan  nemuin hasilnya (tetep aja yang nilainya jelek mah jelek T.T)

Kimia? Teori dan rumus nambah banyak. Anomali pengecualian pada soal UTS bisa jadi penghancur nilai paling ampuh. Ini juga sama, kalo dari SMA males belajar kimia, bisa ketinggalan!

Bahasa Indonesia? Gak ada sastranya sama sekali, cuma EyD dan tata tulis karya ilmiah.

Olahraga? Yang uniknya adalah cowok musti pake celana pendek tanpa kecuali. Yang enaknya pengambilan nilai cuma dari olahraga lari dan UAS teori yang ga aneh-aneh.

Pengantar Rekayasa dan Desain, mata kuliah ini berisi tentang teori keinsinyuran, ekonomi keinsinyuran, dan sedikit pendalaman berbagai disiplin keinsinyuran. Jadi, kita  akan ngepoin berbagai macam disiplin ilmu teknik. Mata kuliah yang nyentrik ini baru keluar tahun 2013 kemarin, menggantikan makul Sistem Alam Semesta dan KPIP. Bisa kalian tebak mata kuliah ini asalnya dari mana? Ya, benar FTI, tepatnya Teknik Industri. Untuk FTI, SF, dan SITH sialnya mendapatkan soal UTS PRD versi Fisika hitungan pilihan ganda, di saat Fakultas dan Sekolah lainnya mendapat soal aplikatif yang berhubungan dengan keilmuan mereka.

Oh, ya. Omong-omong berikut ada tulisan dari teman-teman saya tentang jurusan yang mereka pilih, semoga bisa membantu :D .














Komentar

  1. Oom seinget lu waktu smbptn kimia-fisika-biologi keisini berapa aja sampe bisa lolos ITB gitu? Saya mau ngukur-ngukur nih buat tes sbmptn

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. ka mau tanya dong kan sekarang ada jalur peminatan nih FTI bioenergi sama teknik pangan. nah prospek kerjanya gmn tuh kak?

    BalasHapus
  4. Kak pd saat semester 3 nya kan udah penjurusan, nah aku pengen masuk fti krna cuma pengen teknik industrinya aja hehe :3 itu penjurusannya berdasarkan apanya ga kak? Nilai ip kah? Atau apa kah? Thanks kak

    BalasHapus
  5. Kak, saya juga minat banget ke FTI ITB. Sekarang masih kelas 12, dan bener-bener ngincer jalur undangan. Nilai rapot semester 3 dan 4 sih lumayan bagus, tapi masih konstan (nggak ada peningkatan) dan di angka tepat 90. Di semester 5 ini nilai ulangan harian masih lumayan bagus (walau ada uh kimia, yang ketika dikerjain ada miskonsepsi yang bikin nilai jatuh jauuuuh dari harapan-_-).

    Saya boleh tanya-tanya nggak kak? Temen-temen kakak yang masuk fti itb lewat jalur undangan, rincian nilai rapot semester 5nya gimana ya untuk mafikibi? Saya butuh untuk pengambilan data dan proyeksi peluang lolos snmptn, biar bisa lebih bijak buat ikut bimbel atau engga setelah UN nanti. Makasih banyak kak! :)

    BalasHapus
  6. dulu ma pengen mendalam kan ilmu kimia & fisika

    BalasHapus
  7. Kak, boleh minta rincian rapot temen kaka ygmasuk FTI - ITB ? boleh dikirim kak ke harrypujianto99@gmail.com makasih banyaj kak sebelumnya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Give Up For "Gusi Bengkak"

Anda pernah mengalami ini?
,,,

,,,


Ya, hari ini gua mengalaminya, gusi bengkak mungkin tidak semengerikan tumor dan kanker (naudzubillahimindzalik) , tetapi rasanya sehari bagai neraka kalau keadaan itu terus berlangsung di saat perut kita sudah mulai kelaparan. Loh apa hubungannya?  Jelas saja ada kaitannya, mau gebetan lu ngebeliin kue paling enak sedunia kek kalo gusi di belakang geraham lu bengkak pasti rasanya sama saja, sama tersiksanya, cenah peribahasa mah air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam . Ngunyah dikit, mata kejep kejep karena jendolan janggal yang ikut tergigit menyebabkan rasa sakit yang sangat menganggu kenikmatan makan kita.
Ini bukan kali pertama gua mengalaminya, setahun yang lalu pernah juga dan penyebabnya itu ga jauh - jauh dari yang namanya panas dalam. Sepertinya gusi bengkak yang gua alami hari ini disebabkan abis sarapan gua ga  minum dulu, tetapi malah langsung pergi ke sekolah, udah mah lauknya ikan cabai, udah gitu kemarin abis makan yang pede…