Langsung ke konten utama

Setelah Melalui Dunia Perkuliahan, Orang Pintar Itu....

Menurut gue adalah mereka yang pandai memanfaatkan, atau memanipulasi apa yang sedang mereka miliki. Mereka mampu membuat hal-hal di sekitar mereka sesepele buku panduan masak-memasak, map bekas, ataupun kotak kardus tak terpakai menjadi usable untuk membantu mencapai tujuan mereka.

Ada yang bilang, "Kalo memang kita sudah menguasai sebuah persoalan secara mendalam, maka kita pasti bisa melalui dan memecahkannya."
Menurut gue, iya dan tidak. Ya memang, logikanya jika sudah mendalami persoalan itu kita akan lebih tau bagaimana solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tapi realitanya, waktu bereksplorasi tak sebanyak yang kita kira. Kadang-kadang yang kita perlukan hanyalah bagaimana tetap terlihat bisa dan menguasai persoalan tersebut. Bagaimana mengemasnya dengan sedemikian rupa agar orang sama sekali tidak tahu bahwa sebenarnya kita dalam kondisi paling tidak siap untuk bermain peran .

"Penuhi syarat cukup saja, yang penting tidak ada masalah."
                                                                              -Dimas ICR.

Tak selalu harus sempurna dalam mengerjakan sesuatu hal, asalkan aspek-aspek vitalnya telah terpenuhi. Dan ga selalu juga hal yang tidak menjadi prioritas harus serta merta ditinggalkan seutuhnya. Keadaan hidup yang begitu dinamis membuat kita harus bijak memutuskan, dalam kondisi terburu-buru, dalam situasi yang paling tidak menguntungkan sekalipun. Ada kalanya kita harus terpaksa menyudahi hal yang sedang ditekuni, maka tinggalkanlah pada saat dan kondisi yang memang cukup bisa untuk ditinggalkan. Syarat cukup itu menentukan apakah hasil jerih payah kita akan bermanfaat bagi orang lain atau hanya remah-remah semangat yang dikeluarkan hanya sekadar agar diri terlihat sibuk di mata orang.

Orang pintar menurut gue juga adalah orang yang pandai melihat situasi, kapan harus menggunakan prinsip yang satu, dan pada kondisi mana yang harus menggunakan prinsip lainnya. Hidup itu adalah sebuah lintasan maraton. Tak bisa terlalu ekstrem kiri, dan tak bisa terlalu ekstrem kanan. Jalani hidup dengan feeling, bukan hanya logika harga mati

 Siap dan antisipatif dalam menghadapi tuntutan hidup seabsurd dan semendadak apapun, tau keputusan mana yang harus diambil, dan prinsip mendasar apa yang bisa digunakan. Tau berbagai alternatif yang bisa diambil secara cepat, karena itu berprinsiplah tidak hanya satu solusi, tetapi juga dengan plan A, plan B, dan Plan C.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Give Up For "Gusi Bengkak"

Anda pernah mengalami ini?
,,,

,,,


Ya, hari ini gua mengalaminya, gusi bengkak mungkin tidak semengerikan tumor dan kanker (naudzubillahimindzalik) , tetapi rasanya sehari bagai neraka kalau keadaan itu terus berlangsung di saat perut kita sudah mulai kelaparan. Loh apa hubungannya?  Jelas saja ada kaitannya, mau gebetan lu ngebeliin kue paling enak sedunia kek kalo gusi di belakang geraham lu bengkak pasti rasanya sama saja, sama tersiksanya, cenah peribahasa mah air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam . Ngunyah dikit, mata kejep kejep karena jendolan janggal yang ikut tergigit menyebabkan rasa sakit yang sangat menganggu kenikmatan makan kita.
Ini bukan kali pertama gua mengalaminya, setahun yang lalu pernah juga dan penyebabnya itu ga jauh - jauh dari yang namanya panas dalam. Sepertinya gusi bengkak yang gua alami hari ini disebabkan abis sarapan gua ga  minum dulu, tetapi malah langsung pergi ke sekolah, udah mah lauknya ikan cabai, udah gitu kemarin abis makan yang pede…