Setelah Melalui Dunia Perkuliahan, Orang Menarik Itu..

Menurut gue adalah orang yang memiliki pola jelas dalam hidupnya. Orang mengerti dia termasuk tipikal pribadi yang kayak apa. Pribadi yang ga pletat-pletut dalam mengekspresikan dirinya. Kalo dia memproklamirkan diri sebagai orang yang humoris, maka dia akan konsisten menjadi pribadi yang periang, menghibur, dan selow dalam menjalani hidup.
Kalau dia mengklaim diri sebagai orang yang inspirable, dia akan  mengisi hari-harinya dengan tindakan positif, produktif, dan inspiratif. Kata-katanya di dunia sosial kerap mencerahkan dan memotivasi hidup orang lain.
Kalau dia menyebutkan dirinya sebagai ahli ini, spesialis itu, maka seharusnya segala tindak-tanduknya sehari-hari dijaga dan disesuaikan dengan etika dan prinsip keilmuan di bidang yang ia tekuni tersebut demi menjaga kredibilitas perkataan yang ia keluarkan.
Tapi yang terpenting dari itu semua, adalah perkataan yang konsisten, jelas mengarah ke mana. Orang mengerti misi utama apa yang sedang dia emban dan tengah ia kejar. Karakter apa yang bisa disimpulkan dari setiap tindak-tanduk perbuatannya.
Menjadi misterius dan tidak mudah tertebak memang merupakan sifat menarik yang mengundang rasa penasaran orang lain. Sudah merupakan sifat dasar manusia, senang menemukan hal-hal baru dalam diri seseorang seiring pergantian hari. Tapi terlalu sering memberi kejutan dan memiliki karakter yang sama sekali tidak bisa diprediksi juga membuat orang was-was. Labil ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja bahkan dalam kondisi yang paling tidak diantisipasi.

Terlalu insecure dan mengeluh sana-sini juga mengurangi respek orang lain terhadap diri kita karena kebiasaan seperti itu erat kaitannya dengan membocorkan informasi dan misteri tentang diri sendiri yang seharusnya bisa menjadi daya tarik di kemudian hari. Kalau orang sampai pada keadaan "sudah merasa terlalu paham terhadap diri kita" maka yang ada mereka akan merasa jengah dan akhirnya tak menemukan lagi apa yang menarik untuk didengarkan dari diri kita. Dan yang lebih penting lagi, diri kita sebenarnya ga seburuk apa yang kita katakan ke orang lain loh. Jangan terlalu jahat mengemas diri sendiri, kita cuma belum liat output dari potensi sesungguhnya saja.

Tidak selalu pencitraan itu buruk, ada juga yang positif kalo pencitraan itu sebenarnya memang cocok dengan potensi diri kita. Walau merasa belum pantes disebut ahli, tapi kalo kita sadar kita punya passion sama hal itu kita pantes kok mengemas diri seutopis itu. Jangan remehkan 'the power of sugesti'. Kalo pencitraan kita membuat orang lain percaya kita memang seindah itu, dan otomatis membuat kepercayaan diri meningkat dan performa kerja pun akhirnya menjadi optimal, kenapa masih enggan  untuk pencitraan?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tura *coret* Abadi

Give Up For "Gusi Bengkak"