Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Racauan Pengingat Tingkat Akhir

Temen gue, sebut saja namanya Dinho, merasa hidupnya selalu masih kurang.

Tubuh kurang tinggi, ga punya banyak teman, kurang berprestasi, bukan siapa-siapa. Gue hanya berdeham menarik napas panjang.
Hai Dinho, lihat kondisi orang di hadapanmu ini. Dia lantas apa, kalau ternyata pencapaian dan aktualisasinya jauh lebih sedikit ketimbang keadaan orang yang selalu menyebut dirinya bukan siapa-siapa itu yang padahal CV-nya sudah banyak dari mulai ketua sampai kadiv, tingginya 169 cm, sudah masuk kategori standar tinggi orang-orang yang biasa bersileweran di mal kota besar, giginya bersih mengkilat karena tak pernah absen disikat, kenalan banyak dari lingkaran jurusan, lingkaran kepanitiaan terpusat, lingkaran unit dan juga kepanitiaan-kepanitiaan lainnya dan itu bukan sekadar kenal, tapi juga teman yang bisa diajak nongki-nongki sambil main uno, ataupun ular tangga, bisa wefiean buat menuhin stock instagram, bisa diajak camping, rafting bareng, ataupun ikut perlombaan, menang pula, sampai…

Pembuktian dan Tindakan

Jadi orang yang memiliki value intinya cuma dua: bersabar dan pembuktian. Kalo dua hal itu ga bisa dilalui, kata-kata yang keluar dari mulut tak akan dipercaya.

Beberapa contoh yang bisa diambil atas apa yang saya lalui:
1.Main uno block, kalo kita selalu menjadi orang yang kalah dan meruntuhkan bangunannya, berarti kita belum bisa bilang kita orang yang sabar dan cerdas dalam melakukan decision making. 2.Tentang transkrip, kalo kita belum bisa membuktikan IP kita baik, maka kita belum bisa meyakinkan orang bahwa kita tuh bisa memanajemen waktu dan bertanggung jawab. Bahkan kitabelum bisa bilang kalo kita mengenal diri kita sendiri karena nampaknya kita masih belum sadar kapabilitas diri kita itu seperti apa yang berdampak pada pertimbangan kita memilih tempat beraktualisasi diri. 3.Kalo orang yang begitu vokal bicara soal nilai dan strategi kehidupan, tetapi ketika diminta membantu membereskan rumah atau minimal menjaga rumah dalam kondisi tetap bersih saja tidak bisa, dia tidak bisa m…

Ketika Instagram Menaikkan Value Makanan Warna-Warni

Keberadaan instagram sedikit banyak mengubah persepsi orang terhadap apa yang disebut value. Value tak lagi berbicara soal uang dan material yang didapat, tetapi juga sebuah momen, sudut pandang, dan juga kreativitas. Orang tak lagi segan-segan merogoh kocek lebih dalam hanya untuk  menikmati alam (yang dulunya dianggap biasa dan tak lebih dari sekadar tempat tanpa fasilitas dan apa-apa lagi yang bisa dilihat selain hijau, hijau, dan hijau), mahakarya (yang dulunya masuk museum dianggap rugi karena cuma bisa dilihat-lihat tapi tidak bisa digunakan), dan bahkan pencahayaan, akustik, dan aroma pada sebuah restoran. Mereka tak lagi membeli sekadar makanan, minuman, wahana yang bisa digunakan, tetapi mereka juga membeli momen berikut penyuasanaannya yang bisa mereka abadikan dalam akun medsos instagram.

Akhirnya bisnis tak lagi hanya ada pada lingkup menjual jasa atau produk yang kasatmata, tetapi bisnis juga menjual value dan juga penyuasanaan. Dua hal yang dulu tidak terlalu menjadi c…