Langsung ke konten utama

Jangan Hiraukan Angka - angka Itu!

ada alasan kenapa kita hidup
begitu pula alasan meraih angka2 rupawan itu
untuk masa depan kah?
atau untuk menarik simpati saja?
mungkin lebih bijak masa bodoh saja
jangan khawatir banyak jalan menuju Roma
tak hanya kertas berangka itu!
jangan perkecil langkah dalam bayang bayang nilai
maksimal dengan menutup mata
akan lebih waspada daripada bercermin pada angka buta

 
semua orang pasti ingin yang terbaik 
bahagia mendapat angka tertinggi
itu pasti
namun jika kita terpaksa mengiri kepada suratan indah orang lain
di saat kita setengah mati berharap
dengan usaha yang telah kita anggap cukup
hanya huznuzon yang mampu berdiri tegak
jangan lagi bercermin pada angka- angka
jangan mau dinilai kalah sebelum bertanding
apa salahnya angka yang kecil
jika pada kenyataannya kita sudah merasa bisa


 
sukses tak dapat dinilai oleh sebuah angka
jangan hiraukan angka angka itu
kesuksesan tak akan bernilai harganya
tak dapat dicap oleh bercacah angka
proses terbaik tak selalu mendapat nilai tertinggi
namun sejauh mana kita maksimal dan percaya
bahwa kita t’lah melakukan yang terbaik
bermanfaat bagi hal di sekeliling kita
saat itulah kita Berjaya
angka nilai tak lagi berguna

Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…