Langsung ke konten utama

Semangat di Waktu Terakhir

Hatur Nuhun
Lidahku bergetar meluncurkan kata kata itu
Di sisa waktumu kau masih mau bermain
Menemani untuk kali terakhir
Meski ternyata
Walau janji juang tiada tertuang dalam suratan
Dan akhirnya kandas
Semangatmu belumlah kabur
Senyummu masih bersisa dengan asa tuk waktu bagian kami
Masih hangat terasa
Sisa  sisa motivasi pengisi
Buah dari dukunganmu
Dan kan kami patri dalam hati

Meski kami tak begitu yakin
Adakah semangat kami membara layaknya api semangatmu
Saat kau beralih, dan kami masih...

Namun tentu tak akan kami sia – siakan
Untuk kecewa yang akan kami ganti dengan tawa
Dan luka yang kan kami balas dengan suka
Dan takkan pernah lupa
Pada hari di mana kami menggenggam plakat nanti
“Semangatmu yang membawa kami sampai sini”

                                                                          
                                                   -dari kami yg bangga memiliki kakak-kakak yang hebat-

Komentar

  1. "...tanpa mereka, kami tidak akan sampai sejauh ini terpacu." :D mereka sudah menanamkan standart yang harus mampu kita cabut dan tanamkan yang lebih tinggi lagi untuk generasi berikutnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Give Up For "Gusi Bengkak"

Anda pernah mengalami ini?
,,,

,,,


Ya, hari ini gua mengalaminya, gusi bengkak mungkin tidak semengerikan tumor dan kanker (naudzubillahimindzalik) , tetapi rasanya sehari bagai neraka kalau keadaan itu terus berlangsung di saat perut kita sudah mulai kelaparan. Loh apa hubungannya?  Jelas saja ada kaitannya, mau gebetan lu ngebeliin kue paling enak sedunia kek kalo gusi di belakang geraham lu bengkak pasti rasanya sama saja, sama tersiksanya, cenah peribahasa mah air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam . Ngunyah dikit, mata kejep kejep karena jendolan janggal yang ikut tergigit menyebabkan rasa sakit yang sangat menganggu kenikmatan makan kita.
Ini bukan kali pertama gua mengalaminya, setahun yang lalu pernah juga dan penyebabnya itu ga jauh - jauh dari yang namanya panas dalam. Sepertinya gusi bengkak yang gua alami hari ini disebabkan abis sarapan gua ga  minum dulu, tetapi malah langsung pergi ke sekolah, udah mah lauknya ikan cabai, udah gitu kemarin abis makan yang pede…