Langsung ke konten utama

Saat Pujian Terasa Seperti Beratnya Ujian

Saat kalian dipuji, apa yang kalian rasakan? Bangga, senang, semangat, atau hal positif lainnya
Itu adalah manusiawi, hati kecil semua orang mengharapkan selembar kata pujian atas segala usahanya
Namun, adakalanya pujian itu terasa sangat membebani. Bagaimana kalau grafik tidak stagnan? Bagaimana bila suatu ketika akan terlontar kata – kata:
“Saya kecewa denganmu, padahal selama ini saya yakin kamu bisa, tapi ternyata…”
Apa yang lebih menyakitkan daripada ‘disanjung lalu dihempaskan’?
Karena itu normal saja ada orang seperti ane yang was – was ketika mendengar pujian dari seseorang
Rasanya segalanya terlalu berlebihan untuk dicap seperti itu, dan kadang orang lebih membutuhkan perhatian dan dukungan daripada sekadar kata – kata ‘yang bikin nge-fly’

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota