Langsung ke konten utama

58 Hari lagi (Dari Tanggal Entri Ini Diterbitkan)


Kalau kalian yang membaca postingan ini dan mencoba menghitung – hitung hari dari tanggal 7 April (Tanggal Posting), insyaAlloh kalian akan mendapati tanggal 4 Juni di ujung perhitungan. 

4 Juni, hari dimulainya UAS, hari terakhir belajar kondusif untuk berperang di Lautan Api.

Tanggal 4 juni itu masih 8 minggu lagi, masih 2 bulan lagi. Terasa masih lama memang, tetapi kesibukan SMANSA akan membuatnya berjalan begitu cepat.

Besok sudah 57 hari lagi, lusa sudah 56 hari lagi, habis libur UN tinggal 6 minggu lagi, betapa singkatnya belajar di SMANSA!

Bukan UAS yang membuat risau, melainkan sudah sebaik apa beta menjalankan amanah di sekolah ini, mengharumkannya, memproduktifkannya. Padahal tinggal 8 minggu lagi kepengurusan akan beralih kendali. Delapan minggu terakhir ini merupakan penentuan terakhir

memilih gagal mengemban amanah, atau sukses sebenar2nya sukses?

Tinggal sebentar lagi, kultum masjid takkan diberiamanahkan lagi
~Maaf karena sampai saat ini masih bolong2

Tinggal menghitung hari, sisa waktu untuk memberdayagunakan divisi Biologi
~Sudah seaktif apa divisi kita Z***?

Tinggal 59 Hari lagi untuk berjuang di kota kembang
~Cukupkah dua bulan untuk merubah pola pikir?

Tinggal 58 hari lagi Ujian Penentuan yang menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan diri

Dan tinggal 8 minggu lagi Bu Lan, Bu Rum, Buah, Pa Cup dll masih boleh mengajari kami  mengenai arti kehidupan, motivasi untuk tidak berleha – leha, indahnya keseriusan, dan lain sebagainya

Tinggal beberapa hari lagi… : >
Manisnya pahit bakal terasa di ujung perjuangan

Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…