Langsung ke konten utama

Kenapa Rapat Harus Segersang Ini?

Kita bukan pendemo anarki yang menerobos pintu masuk gedung DPRD kan?

Kita juga bukan orang 'bodoh' yang gampang terprovokasi sama beberapa pernyataan pedas?

Sepertinya kita hanya lupa,
bahwa rapat itu beda dengan sidang,
rapat itu beda bila dibandingkan dengan debat antar politikus
rapat itu membahas suatu masalah
agar bisa ditemukan sebuah solusi, bukan memperuncing kontroversi

Hanya itu, bukan ajang unjuk gigi siapa yang argumennya paling kuat....
siapa yang akan menjadi juara debat profesional

Karena kita keluarga,
maka bisakah kita memahami beberapa anggota dari keluarga kita?
bahwasanya anggota keluarga kita hanya ingin didengar
bukan cari perkara

Hanya ingin mengajukan  apa yang menurut mereka benar....
bukan untuk menghujat keputusan satu sama lain
Lantas kenapa harus gusar?

Sekali lagi rapat itu untuk mencari solusi
kalau memang yang terbaik bukanlah yang diharapkan
seperti keputusan A meski lebih baik, tetapi risikonya lebih besar dari keputusan B
Lantas kenapa tidak cari aman dengan memilih keputusan B?
Bila ada yang tidak puas, kenapa tidak dibuat sebuah inovasi dan perubahan kecil agar memuaskan semua pihak?
Kenapa harus ngotot mengalahkan satu sama lain?

Ga lupa kan kalau kita keluarga?

                     -buat seluruh 'keluarga' organisasi di segala penjuru, berlapang-lapanglah ketika bermusyawarah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…