Langsung ke konten utama

Quote 7th May 2013

"Harga diri seorang juri sangat ditentukan dari kebenaran perkataannya."
                         -Dyah Ayu K., waktu sama-sama jadi juri LCT Mekah 2013-


Perkataan itu terlontar ketika gua, Fahad, dan Ka DA ragu dengan kunci jawaban soal yang menyatakan bahwa beringin termasuk dalam ordo Moraceae. Belum ada yang mengecek jawaban dari soal tersebut. Ka DA khawatir dan yakin kalau-kalau ada peserta yang hapal dengan taksonomi tumbuhan tersebut. Akan menjadi sangat fatal kalau jawaban mereka  benar, ternyata disalahkan, dan kita sebagai juri tidak membenarkan peserta itu dengan alasan ketidaktahuan. Cukup mengerikan. 

"Ini menyangkut harga diri seorang juri." Ka DA berujar serius.

Tentu saja dengan segera kami mencoba googling lewat hp. Keadaan kalut pada awalnya. Ka DA bilang hapenya ga bisa ngenet, gua ga bawa hape, dan  fahad, satu-satunya harapan, ia mencoba googling lewat hp nya, cukup berat, detik-detik loading internet yang lambat sangat meningkatkan adrenalin. 

Dan,,,, Alhamdulillah!!! Mesin googling bekerja sebelum peserta memberikan jawabannya. Kunci jawaban panitia dapat diklarifikasi dan terbukti benar. Kami bernapas lega.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Jangan Mau Kehilangan KTM ITB

Saya memposting hal ini bukan berarti saya telah kehilangan KTM (dan mudah-mudahan tidak akan pernah). Tak usah bertanya angin apa yang membuat saya kepikiran, yang jelas saya lagi kepingin saja memposting tentang ribetnya ngurus KTM yang hilang.

Saya mengcopas informasinya dari wordpress salah satu alumni ITB, yaitu Annisa Fitri, Teknik Telekomunikasi STEI ITB 2007.

Berikut pengalamannya ketika kehilangan KTM....

Setelah terjadi peristiwa penjambretan pada gw pada 21 Februari yang lalu di Fatmawati, Jakarta, gw terpaksa mengurus kehilangan ini itu. Mulai dari surat kepolisian, blokir kartu-kartu ATM, bikin KTP lagi, bikin kartu ATM baru, dan tentu ngurus KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang.

Surat kepolisian alhamdulillah cukup mudah, karena TKP lumayan dekat dengan Polres Jakarta Selatan di Blok A, jadi malam itu juga langsung dibuat. Polisi yang bertugas pun alhamdulillah baik dan ga rese, tumben.

Blokir kartu ATM juga hal yang cukup mudah, kan sekarang call centre bank online 2…