Langsung ke konten utama

Secuil Asa Kecil Kakoor Bio Hexagon

Sebentar lagi Musang, dan itu berarti masa kepengurusan mandiri Rantai Emas dan Jangkar Bahtera akan segera dimulai. Iri dengan mereka yang kini mengemban tugas mulia 'menjadi pengurus KIR' itu, entah mulai dari Sabtu yang kembali libur, serta sekret yg rampung dibangun (meski berbagi dengan dua ekskul lain, yakni Fokus dan Bullet's). Terlepas dari itu, pikiranku mulai menangkap ide-ide yang selama ini menguap entah ke mana. Berandai -andai kalau saja ketika masa jabatan saya sebagai ka koor lebih aktif dan lebih berani 'gila', mungkin sekarang saya akan menutup sisa - sisa hari kepengurusan KIR ini dengan meninggalkan keteladanan buat mereka.

Banyak sebenarnya yang pingin saya olah dari divisi Biologi, seperti
  • Misalkan mencaritahu kenapa semut kadang ada pada gelas bekas minum, dan kadang tidak ada. Zat-zat apakah yang kira-kira mempengaruhinya.
  • Membandingkan kuantitas jerawat antara anak yang hobi makan makanan berminyak dengan anak yang ga suka makanan kayak gitu. Bisa juga ngebandingin prestasi belajar anak yang hobi makan mecin dengan anak yg tidak.
  • Klasifikasi serangga dan jamur apa saja yang ada di Smansa (termasuk jamurnya Bunda, dan suami istri penjual bengbeng dkk)
  • Mengukur perubahan serta kereversibelan (dari hitam / merah kembali putih) warna kulit anak Pandawa, LSWK, PMR, dan ekskul regen lainnya.
  • Mengumpulkan data pertanyaan seputar biologi dari orang2, mulai dari hal bodoh sekalipun.

Pingin banget dibaca sama ka koor bio yang baru, trus kalo salah satu kegiatan di atas dilakuin, dia musti ngajak saya , hehe2x


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Bermalam Ala Gelandangan di Ibukota

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …