Langsung ke konten utama

Ketika Kacamata Orang Lain Menguji Hati Nuranimu



Mendengar sahabat terbaikmu dikomentari miring oleh kawan-kawanmu adalah momen tercanggung yang menguji hati nurani. Lu bisa tau pandangan orang terhadap sahabatmu, dan buru-buru memberi saran kepadanya agar sedikit demi sedikit berubah, atau malah lu terbawa emosi membara jika tidak berpikir jernih.
 “Si anu begini, begitu, gua ga suka loh sama sifatnya yang kayak gitu.”

“Iya gua jg, gua ga habis pikir bagaimana dia begini dan begitu.”

Dan saat itu lu ada di situ, dan mereka tidak mengetahui bahwa lu sebenarnya adalah temen baik dia. Lu lebih tau mengapa dan bagaimana tentang sahabatmu sebenarnya, dibandingkan mereka yang hanya tau efeknya doang. 

Lu cuma bisa tertawa, tapi bingung mau menanggapi bagaimana…

Memang dengan mendengarkannya, lu bisa tau aib sahabatmu, dan menemukan solusi serta cara untuk menanggulanginya,  tetapi di sisi lain rasanya lu ingin:
memelintir lidah mereka sampai tidak bisa berkata –kata lagi

Momen itu saat terbaik untuk menguji seberapa kuat tali persahabatanmu.  Banyak orang yang akhirnya terbawa oleh paradigma mulut – mulut tanpa bukti itu dan kemudian merenggangkan persahabatannya. Dan banyak pula yang tetap yakin bahwa sahabatnya itu memang hanya seorang manusia yang perlu dibimbing dan dibina.

Komentar

  1. Kalau memang kita tahu yg sebenarnya tentang dia, lebih baik lagi kalau tidak ikut mendengarkan omongan miring tentangnya...

    BalasHapus
  2. Sepertinya alangkah lebih bijak jika kita ikutan nimbrung dan meluruskannya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Informasi FTI ITB

Tura *coret* Abadi

Beberapa orang berpendapat:
Seorang berperawakan gemuk :"Tura itu yang lari - lari terus ngetok mic."
Seorang bapak berkacamata     :"Tura itu pengatur upacara, jadi sebenarnya baik tidaknya upacara tergantung dirinya."
Seorang yang mengetik entri ini: "Tura itu yang selalu berdiri di pojok altar, dan punya hak otonomi."

Huehe, apapun dan bagaimana pun orang mengernyitkan dahi ketika melihat ane lari - lari mondar - mandir altar smansa, ane tidak peduli. Meski awalnya ane agak senewen sama profesi penggerak upacara bendera yang satu ini..

"Hah, Tura? yaah..." begitulah ekspresi sedikit kecewa, kala ane tahu bakal jadi tura di Opening Smansaday 2011.

Kalo pas SMP, ane taunya tura tuh yang lari - lari muterin lapangan untuk sekadar formalitas, terus memainkan tali tiang bendera, ngetok mic, terus gabung lagi ke tempat berjejernya para petugas upacara. Ternyata kalo di smansa ga usah pake lari - lari muterin lapangan, pas upacara bendera biasa mah …

Give Up For "Gusi Bengkak"

Anda pernah mengalami ini?
,,,

,,,


Ya, hari ini gua mengalaminya, gusi bengkak mungkin tidak semengerikan tumor dan kanker (naudzubillahimindzalik) , tetapi rasanya sehari bagai neraka kalau keadaan itu terus berlangsung di saat perut kita sudah mulai kelaparan. Loh apa hubungannya?  Jelas saja ada kaitannya, mau gebetan lu ngebeliin kue paling enak sedunia kek kalo gusi di belakang geraham lu bengkak pasti rasanya sama saja, sama tersiksanya, cenah peribahasa mah air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam . Ngunyah dikit, mata kejep kejep karena jendolan janggal yang ikut tergigit menyebabkan rasa sakit yang sangat menganggu kenikmatan makan kita.
Ini bukan kali pertama gua mengalaminya, setahun yang lalu pernah juga dan penyebabnya itu ga jauh - jauh dari yang namanya panas dalam. Sepertinya gusi bengkak yang gua alami hari ini disebabkan abis sarapan gua ga  minum dulu, tetapi malah langsung pergi ke sekolah, udah mah lauknya ikan cabai, udah gitu kemarin abis makan yang pede…